Ketua PGRI Kabupaten Bima Buka Workshop “Optimalisasi Pemanfaatan IFP”

Bima — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bima, Adhar M. Nur, membuka kegiatan workshop bertema “Optimalisasi Pemanfaatan IFP” yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Monta. Kegiatan tersebut bertempat di SMP Negeri 3 Monta dan diikuti oleh para perwakilan guru satuan pendidikan se-Kecamatan Monta adalah sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi profesional dalam pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). Interactive Flat Panel (IFP) adalah perangkat layar datar besar berteknologi sentuh yang menggabungkan fungsi komputer, monitor, papan tulis digital, dan proyektor ke dalam satu unit all-in-one untuk mendukung proses pembelajaran.

Workshop ini menjadi salah satu bentuk komitmen organisasi profesi guru dalam merespons perkembangan teknologi dan dinamika dunia pendidikan yang terus mengalami perubahan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran dinilai semakin penting untuk menciptakan proses pendidikan yang adaptif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Bima, Adhar M. Nur, menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan para guru mengenai perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pengajaran di satuan pendidikan.

Menurutnya, guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga perlu memiliki wawasan yang luas mengenai perkembangan teknologi agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong para guru untuk memiliki wawasan global tentang penggunaan teknologi informasi dalam mendukung kegiatan pengajaran, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan zaman yang terus berkembang,” ujar Adhar M. Nur.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi memberikan peluang yang besar bagi dunia pendidikan. Karena itu, pemanfaatannya perlu diarahkan secara tepat agar dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Adhar M. Nur menegaskan bahwa PGRI memiliki tanggung jawab untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang berorientasi pada pengembangan dan kemajuan profesi guru.

“PGRI sebagai wadah organisasi profesi guru harus mendukung kegiatan-kegiatan yang dapat memajukan profesi guru dalam menjawab tantangan zaman, khususnya dalam bidang pengajaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kegiatan workshop tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat memberikan pengalaman praktis kepada para guru dalam memanfaatkan teknologi untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, guru diharapkan mampu mengintegrasikan perkembangan teknologi secara proporsional ke dalam praktik pendidikan di sekolah.

Penyelenggaraan workshop oleh Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Monta juga menunjukkan pentingnya kolaborasi organisasi profesi dengan para pendidik dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan. Penguatan kompetensi guru melalui kegiatan pengembangan profesional menjadi bagian penting dalam menghadirkan pendidikan yang responsif terhadap perubahan sosial, teknologi, dan kebutuhan peserta didik.

Workshop ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Monta dan beberapa Fungsionaris Pengurus serta Kepala SMPN 3 Monta sebagai selaku Tuan Rumah kegiatan workshop ini.

Melalui kegiatan “Optimalisasi Pemanfaatan IFP”, PGRI Kabupaten Bima berharap para guru semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi informasi sekaligus mampu menggunakannya secara efektif sebagai instrumen mdia pendukung pembelajaran. Upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas profesionalisme guru dan mutu pendidikan di Kabupaten Bima.
(Ard)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *