PASEPTO 2026: Momentum PGRI Kabupaten Bima Menguatkan Profesionalisme dan Budaya Pendidikan

BIMA —Mulyadi. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan PASEPTO Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama September hingga Oktober 2026 ini menjadi momentum penting bagi para guru untuk mengembangkan potensi, meningkatkan profesionalisme, memperluas ruang kreativitas, serta mempererat hubungan persaudaraan di antara anggota PGRI se-Kabupaten Bima.

Dipusatkan di Gedung PGRI “Uma Guru” Kabupaten Bima, PASEPTO 2026 melibatkan anggota PGRI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bima. Antusiasme peserta pada pelaksanaan tahun ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Berdasarkan laporan Ketua Panitia Pelaksana, jumlah peserta mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan kegiatan PGRI pada Tahun 2025.

Peningkatan partisipasi tersebut menjadi salah satu gambaran kuatnya semangat para guru untuk terlibat dalam kegiatan organisasi yang tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan, pertukaran pengalaman, dan penguatan budaya pendidikan. PASEPTO menjadi wadah bagi para pendidik untuk menampilkan bakat, memperlihatkan karya, mengembangkan inovasi, serta membangun kebersamaan dalam menjalankan tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa.

Di tengah perubahan dunia pendidikan yang berlangsung semakin cepat, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Penguasaan materi pelajaran tetap menjadi bagian penting dari profesi guru, tetapi kemampuan menciptakan pembelajaran yang menarik, mengembangkan kreativitas, menggunakan teknologi secara tepat, serta membangun karakter peserta didik juga semakin diperlukan.

Dalam konteks tersebut, PASEPTO 2026 memiliki arti strategis bagi PGRI Kabupaten Bima. Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi bagi para guru untuk memperlihatkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat kesadaran bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan tenaga pendidik yang profesional, kreatif, inovatif, dan memiliki semangat kolaborasi.

Ketua Panitia Pelaksana PASEPTO PGRI Kabupaten Bima, Tris Syamsuddin, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan PASEPTO Tahun 2026 berlangsung dari September hingga Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota PGRI dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Bima.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan tahun ini adalah meningkatnya jumlah peserta secara signifikan jika dibandingkan dengan kegiatan PGRI pada tahun sebelumnya. Perkembangan tersebut memperlihatkan tingginya minat anggota untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi profesi guru tersebut.

Peningkatan partisipasi tentu menjadi modal penting bagi keberlanjutan program organisasi. Semakin luas keterlibatan anggota, semakin besar pula kesempatan untuk membangun komunikasi, mempertemukan berbagai pengalaman, serta memperkuat rasa memiliki terhadap PGRI sebagai rumah bersama para pendidik.

Peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun 2025 menjadi indikator positif bagi penyelenggaraan kegiatan PGRI Kabupaten Bima. Namun, keberhasilan PASEPTO tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya peserta yang hadir. Hal yang tidak kalah penting ialah sejauh mana kegiatan tersebut mampu memberikan pengalaman bermakna, menumbuhkan motivasi, serta mendorong penerapan kreativitas dan inovasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dengan demikian, partisipasi yang meningkat perlu diikuti dengan upaya menjaga kualitas kegiatan. Setiap peserta diharapkan memperoleh kesempatan untuk berkembang, sedangkan setiap perlombaan perlu menjadi sarana pembelajaran yang mendorong lahirnya karya-karya berkualitas.

Sekretaris PGRI Kabupaten Bima, Edy Ilhmasyah, S.Pd., menjelaskan bahwa PASEPTO Tahun 2026 menghadirkan sejumlah mata lomba yang mencakup bidang seni, kreativitas digital, dan inovasi pembelajaran.

Mata lomba tersebut meliputi Lomba Tari Tunggal, Lomba Nyanyi Solo Putra dan Putri, Lomba Video Konten Kreatif Guru, Lomba Video Pembelajaran Mendalam bagi Guru, serta Lomba Inovasi Kegiatan Pembelajaran Mendalam dengan Pola Juri Kunjung serta Workshop Pemanfaatan Papan Interaktif Digital pada semua Kecamatan di Kabupaten Bima.

Ragam perlombaan ini memperlihatkan bahwa pengembangan profesionalisme guru dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Guru tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan pengetahuan, tetapi juga dapat mengembangkan bakat seni, memanfaatkan media digital, serta menciptakan inovasi yang mendukung proses pembelajaran.

Penyelenggaraan berbagai mata lomba tersebut juga memberikan ruang bagi guru dengan minat dan keunggulan yang berbeda. Ada guru yang memiliki kemampuan di bidang seni pertunjukan, ada yang unggul dalam menyusun materi audiovisual, dan ada pula yang memiliki ketertarikan untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif.

Ketua PGRI Kabupaten Bima, Adhar, S.Pd., dalam amanatnya menyampaikan bahwa pelaksanaan PASEPTO Tahun 2026 merupakan langkah tepat untuk meningkatkan dan menguatkan profesionalisme sekaligus menjalin ukhuwah di kalangan guru Kabupaten Bima.

Pesan tersebut menempatkan PASEPTO bukan hanya sebagai kegiatan perlombaan, melainkan juga sebagai bagian dari upaya membangun kekuatan organisasi profesi. Profesionalisme dan persaudaraan merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam kehidupan organisasi guru.

Profesionalisme berkaitan dengan kompetensi, tanggung jawab, etika, dan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelaksanaan tugas. Sementara itu, ukhuwah mencerminkan hubungan persaudaraan, kebersamaan, saling menghormati, dan kesediaan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Amanat Ketua PGRI Kabupaten Bima tersebut sejalan dengan kebutuhan guru menghadapi perubahan dunia pendidikan. Perkembangan teknologi, perubahan karakteristik peserta didik, dan tuntutan terhadap pembelajaran yang lebih bermakna mengharuskan guru terus belajar serta memperbarui kompetensinya.

Tidak ada guru yang dapat menguasai seluruh perkembangan pendidikan tanpa proses belajar yang berkelanjutan. Karena itu, komunitas profesi memiliki peran penting dalam menyediakan ruang untuk bertukar pikiran dan membangun budaya belajar di kalangan pendidik.

Melalui PASEPTO, para guru memiliki kesempatan untuk saling mengenal di luar rutinitas tugas di sekolah. Mereka dapat bertemu dalam suasana kompetitif yang sehat, menyaksikan karya rekan sejawat, dan menemukan inspirasi untuk mengembangkan kemampuan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Bima, Adhar, S.Pd., secara resmi membuka pelaksanaan PASEPTO Tahun 2026. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang berlangsung pada September hingga Oktober 2026 di Gedung PGRI “Uma Guru” Kabupaten Bima.

Pesan Ketua PGRI Kabupaten Bima, Adhar, S.Pd., tentang pentingnya meningkatkan profesionalisme sekaligus menjalin ukhuwah guru memberikan penekanan pada hubungan antara kualitas individu dan kekuatan kolektif organisasi.

Profesionalisme membutuhkan kompetensi dan tanggung jawab pribadi. Namun, perkembangan profesi juga memerlukan dukungan lingkungan yang memungkinkan guru belajar, berdiskusi, dan bertumbuh bersama. Dalam hal ini, ukhuwah menjadi landasan bagi terbentuknya hubungan yang saling menguatkan.

Persaudaraan antarguru perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, keterbukaan terhadap gagasan baru, dan kesediaan membantu rekan sejawat. Perbedaan pendapat seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkaya pemikiran, bukan sumber perpecahan.

PASEPTO 2026 pada akhirnya membawa pesan penting bahwa penguatan profesionalisme guru dan pembangunan budaya pendidikan merupakan proses yang harus dilakukan secara bersama-sama. Melalui PGRI, para guru Kabupaten Bima memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan, mempererat ukhuwah, serta memperkuat komitmen terhadap pendidikan yang lebih berkualitas.

PASEPTO 2026 bukan sekadar panggung untuk menunjukkan prestasi, melainkan momentum untuk memperkuat jati diri guru sebagai pendidik profesional, penggerak kreativitas, penjaga nilai budaya, dan bagian penting dari masa depan pendidikan Kabupaten Bima.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *