Woha, pgrikabupatenbima.org — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bima bergerak menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui aksi solidaritas kemanusiaan, PGRI Kabupaten Bima menyalurkan bantuan sebesar Rp91.655.500 kepada masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan tersebut dikirim pada Rabu, 2 September 2026, atas nama PGRI Kabupaten Bima.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar PGRI Kabupaten Bima terhadap sesama yang sedang menghadapi musibah. Penggalangan bantuan melibatkan pengurus ranting, anggota, serta simpatisan PGRI Kabupaten Bima yang secara bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat terdampak gempa di Flores.
Dalam penyalurannya, bantuan sebesar Rp50.000.000 dikirim kepada Pengurus Provinsi PGRI NTT. Sementara itu, bantuan sebesar Rp41.655.500 disalurkan kepada Pengurus PGRI Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, atas nama Raodah. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan PGRI Kabupaten Bima mencapai Rp91.655.500.
Ketua PGRI Kabupaten Bima, Adhar M. Nur, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi penggalangan bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan yang disalurkan bukan hanya soal nilai materi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar PGRI terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan.
“Atas nama PGRI Kabupaten Bima, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pengurus ranting, anggota, dan simpatisan PGRI Kabupaten Bima yang telah memberikan bantuan untuk saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Flores, NTT,” kata Adhar M. Nur.
Ia mengatakan, terkumpulnya bantuan tersebut merupakan hasil kebersamaan seluruh keluarga besar PGRI Kabupaten Bima. Semangat gotong royong yang ditunjukkan para pengurus, anggota, dan simpatisan menjadi bukti bahwa organisasi profesi guru tidak hanya berperan dalam dunia pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.
Adhar berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak gempa dan sedikit meringankan beban mereka dalam menghadapi situasi pascabencana. Ia juga mengajak seluruh keluarga besar PGRI untuk terus menjaga semangat kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Semoga segala bentuk bantuan dan keikhlasan yang diberikan oleh seluruh pengurus ranting, anggota, dan simpatisan PGRI Kabupaten Bima mendapatkan balasan yang terbaik dari Allah SWT dan tercatat sebagai amal ibadah,” ujarnya.
Aksi kemanusiaan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata semangat PGRI Kabupaten Bima bergerak untuk kemanusiaan. Ketua bersama seluruh Pengurus Besar PGRI Kabupaten Bima berharap bantuan yang telah disalurkan melalui PGRI NTT dan PGRI Kecamatan Reok dapat diterima serta dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kepentingan masyarakat yang terdampak gempa Flores. Solidaritas tersebut diharapkan menjadi penguat bagi para korban untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan penuh harapan.
















Leave a Reply